REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Yenny Wahid yang biasa menyebut diri sebagai PKB Gus Dur akan menggelar muktamar di Surabaya 26-27 Desember 2010.

“Ini muktamar ketiga PKB Gus Dur,” kata Moeslim Abdurrahman, salah satu ketua Dewan Syura, saat acara diskusi pramuktamar di kantor DPP PKB Gus Dur di Kalibata, Jakarta, Kamis.

Selain Moeslim, pembicara yang tampil adalah Wakil Ketua DPD Laode Ida, Sekjen PBNU Iqbal Sullam, dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti dengan moderator Adhie M Massardi.

Menurut Moeslim, penyelenggaraan muktamar ketiga PKB di tahun 2010 merupakan wasiat dari almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Gus Dur berwasiat agar di tahun ini digelar muktamar ketiga agar sejarah periodisasi terjaga, ada modal untuk islah,” katanya.

Sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PKB, muktamar digelar lima tahun sekali. Sejak berdiri 1998, muktamar telah dua kali digelar, yakni di Surabaya tahun 2000 dan di Semarang tahun 2005.

Selain muktamar “reguler”, PKB juga telah menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) di Yogyakarta tahun 2002 serta MLB yang digelar kubu Gus Dur di Parung dan kubu Muhaimin Iskandar di Ancol tahun 2008.

Menurut Moeslim, muktamar ketiga PKB digelar PKB Gus Dur untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa “rumah politik” yang didirikan oleh Gus Dur untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, pluralisme, dan kerakyatan masih ada.

“Muktamar secara simbolik menunjukkan “wajah” Gus Dur itu masih ada. Kita ingin menjaga rumah politik itu tetap ada,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, orang-orang yang masih memiliki idealisme dan visi yang sama memiliki tempat untuk kembali.
“Kalau Laode sudah selesai dari DPD dan Ray Rangkuti mau pulang, rumah ini masih ada,” katanya.

sumber berita: Republika OnLine » Breaking News » Nasional

Kamis, 16 Desember 2010, 20:11 WIB